Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan ambisi Washington memimpin teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kripto. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pertemuan bersama tokoh industri teknologi dan aset digital.
Trump menyebut Amerika Serikat saat ini memimpin dalam pengembangan AI dan industri kripto. Ia juga ingin mempertahankan posisi tersebut melalui kebijakan yang mendukung inovasi teknologi.
Dalam sektor AI, persaingan Amerika Serikat dan China menjadi perhatian utama pemerintah Washington. Trump sebelumnya menunda aturan AI karena khawatir kebijakan tersebut dapat melemahkan posisi AS. Ia menilai Amerika masih unggul dalam persaingan teknologi tersebut.
Sementara itu, Trump juga mendorong penguatan industri kripto melalui regulasi yang lebih jelas. Dalam pertemuan 19 Agustus 2026, Trump meminta Kongres melanjutkan pembahasan Clarity Act. Rancangan aturan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital.
Trump menilai kepastian regulasi dapat membantu Amerika mempertahankan kepemimpinan teknologi. Namun, kebijakan tersebut masih menghadapi perdebatan di Kongres. Sejumlah pihak juga menyoroti potensi konflik kepentingan terkait aktivitas bisnis kripto keluarga Trump.
Persaingan AI dan kripto kini menjadi bagian penting dari kompetisi teknologi global. Amerika berusaha mempertahankan keunggulannya melalui investasi, inovasi, dan kebijakan pro-teknologi. China juga terus mengembangkan kemampuan AI dan teknologi digital. Karena itu, arah kebijakan Washington akan menjadi perhatian industri teknologi dunia.
