Ridwan Kamil Ungkap Varian Baru Omicron BA 4 dan 5 Sudah Terkonfirmasi di Jawa Barat – 2022

Ridwan Kamil Ungkap Varian Baru Omicron BA 4 dan 5 Sudah Terkonfirmasi di Jawa Barat – 2022

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Covid-19 varian Omicron dengan subvarian terbaru sudah terkonfirmasi di Jawa Barat. “Varian baru itu BA4 dan 5,” kata dia, di Bandung, Selasa, 21 Juni 2022.

Ridwan Kamil mengatakan, keberadaan varian baru tersebut juga ditunjukkan dengan peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Barat. “Covid ini naik ya, tapi tidak perlu terlalu dikhawatirkan,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, perkembangan penyebaran varian baru Omicron tersebut dipantau dari tingkat keterisian rumah sakit. “(Naik) dikit. Per hari ini, Pak Sekda melaporkan (keterisian rumah sakit) 0,7 persen,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, keterisian rumah sakit tersebut akan menjadi patokan tindakan yang akan di ambil pemerintah untuk menekan penyebarannya. “Jadi kalau di rumah sakit itu ada signifikansi barulah pola treatment akan kita lakukan. Selama okupansi rumah sakit masih aman, kita fokus pada prokes (protokol kesehatan) saja,” kata dia.

Mantan Wali Kota Bandung itu mengatakan, langkah antisipasi sementara ini dengan mengetatkan protokol kesehatan. “Kalau indoor sesuai arahan pakai masker. Kalau outdoor boleh tidak pakai masker tapi mengatur jarak dan waspada saja,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, sejauh ini belum ada indikasi lonjakan kasus Covie-19 di Jawa Barat. “Gak usah khawatir kami akan memonitornya,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 telah terdeteksi di Indonesia. Subvarian tersebut diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.

Ada 4 kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. Empat kasus itu terdiri dari 1 orang positif BA.4 seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali.

Sisanya 3 orang kasus positif BA.5. “Mereka merupakan pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Widyawati, dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 11 Juni 2022.

Siti Nadia: Omicron BA.4 dan BA.5 tak Akan Picu Gelombang Baru Covid-19

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tidak berpotensi memicu gelombang baru Covid-19 di Tanah Air meski punya kemampuan menginfeksi manusia lebih mudah. “Angka bed occupation rate di bawah 3 persen, tidak ada tren peningkatan seperti kasus sebelumnya,” kata juru bicara G20 Bidang Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, di sela konferensi pers pertemuan pertama Menteri Kesehatan G20 di Yogyakarta Marriot Hotel, Senin 20 Juni 2022.

Nadia mengatakan, potensi peningkatan kasus varian baru Omicron itu ada. Di Indonesia misalnya, dalam beberapa hari terakhir bertambah lebih dari 1.000 kasus baru Covid-19 setiap harinya. Namun, ditegaskannya pula, pemerintah melokalisir pasien supaya tidak terjadi lonjakan kasus.

Selain itu, pengawasan dilakukan terhadap pasien gejala sedang dan berat yang menjalani perawatan di rumah sakit. Belum lagi tingkat kekebalan atau imunitas yang disebutnya telah mencapai 98 persen. Jadi, dengan tiga alasan itu, meski ada lonjakan kasus, Kemenkes tidak melihat ada potensi gelombang baru kasus Covid-19.

“Pemerintah tetap menggencarkan testing dan sistem surveillance. Masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat di Kementerian Kesehatan itu.

Omicron BA.4 dan BA.5 merupakan turunan dari Varian of Concern (VoC) Omicron yang sudah menyebar di lebih dari 40 negara. Memiliki mutasi gen L.452 seperti yang ada pada varian Delta Delta, Omicron BA.4 dan BA.5 mudah sekali menginfeksi manusia. Bukan hanya mereka yang belum divaksin, tapi juga yang telah menerima dosis lengkap, bahkan yang sudah pernah terinfeksi BA.1, BA.2, dan BA.

Kemampuan infeksi ulang Covid-19 disebabkan oleh turunan dari mutasi Delta L.452 yang dengan mudah mengikat reseptor angiotensin converting enzyme (Ace 2) yang ada di banyak sel organ manusia, khususnya sel paru-paru.

Dalam keterangan sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut puncak dari penularan Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini di Afrika Selatan sekitar sepertiga dari puncak Covid-19 varian Delta dan Omicron (BA.1 dan BA.2). Afrika Selatan masih terhitung yang terbesar untuk proporsi jumlah kasus varian baru Omicron di seluruh dunia.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )